KANDANK JURANK SLANK

On 22/11/2011 by Aldo Sianturi

Setelah ‘Back For Good’ sekitar 2 bulan lalu dari Medan ke Jakarta, saya berkabar dengan Dik Doank dan seperti biasa, sahabat baik ini menyampaikan kabar indah dan berharap agar bisa bertemu di Kandank Jurank Doank (KJD). Dalam percakapan singkat tersebut, Dik menyampaikan bahwa KJD memiliki ‘extension spot’ yang berjarak kurang lebih sekitar 200 meter. Saya sangat bahagia mendengarnya seraya mengucap syukur kepada Allah SWT, karena apa yang dimaksimalkan beliau selama ini selalu mendapatkan ridho dan tidak mengalami kemandulan. KJD tidak pernah berselingkuh dari resep awal yaitu menjalankan keterbukaan dengan karakter fundamental yang berbasis kepada kemaslahatan penduduk dengan indeks keikhlasan yang semakin menebal.

Itulah aspek yang mengantarkan nama dan kontribusi KJD melebihi ekspektasi awal setiap orang. Sekarang, KJD berperan besar sebagai salah satu jantung harapan yang memompa kreatifitas tanpa batas di Indonesia. Dik Doank dan seluruh keluarga besar KJD  telah mencapai kesuksesan menjadi opsi inspirasi baru bagi generasi masa depan. Meski lokasi tempat ini berada di daerah Bintaro, Tangerang Selatan, namun beragam momentum telah dan selalu dihadirkan dengan berbagai kemasan acara. Pada tanggal 20 November 2011, akhirnya saya kembali datang untuk peresmian Kandank Jurank Doank Jadi Dua oleh SLANK yang diberi nama REL. Meski masih pagi, namun area SLINK (Setengah Lingkaran) yang menjorok ke bibir sawah telah semarak dipenuhi oleh audiens.

Diantaranya adalah Bunda Iffet, Ibunda dari Bimbim yang sejak tahun 1996 terjun mengelola manajemen grup ini. Tidak heran beliau mendapatkan julukan Rock N Roll Mom. Bunda Iffet adalah sosok lain yang mengantarkan Band & Brand SLANK menjadi lebih kuat di mata hati penduduk Indonesia. Saat acara demi acara diaktivasi, Dik Doank hadir di atas panggung menceritakan panjang lebar tujuan dan keajaiban yang melatari hadirnya REL. Saya melihat kaum dewasa merasa kagum dan termotivasi atas sikap dasar yang menjadi tulang punggung KJD, ditambah lagi dengan suguhan penampilan kelompok anak kecil yang memukau semua penonton dengan enerji bermusik yang di luar kebiasaan.

Ivan (Bassist), Ridho (Guitarist), Bimbim (Drummer) yang hadir lengkap dengan keluarga besar Pulau Biru menikmati semua keriuhan audiens dan pendukung acara. Begitu juga dengan Kaka (Vocalist) yang hadir bersama keluarga menikmati sajian acak yang satu demi satu dipersiapkan oleh KJD. Sayang sekali, Abdee (Guitarist) berhalangan datang karena berada di Bali bertemu dengan Quincy Jones (Musisi Dunia) dalam acara Creative Talkshow & Dinner ASEAN Fair 2011 sebagai salah satu sub acara dari KTT ASEAN dan KTT Asia Timur. Salah satu acara yang paling menarik perhatian adalah menggambar bebas di sebuah kertas kosong yang dipandu oleh Dik Doank dan hasilnya langsung dipublikasikan di beberapa titik pajang.

Dik Doank juga menyambut kehadiran Slankers yaitu penggemar SLANK untuk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Kandank Jurank Doank untuk selamanya. Sebelumnya dari atas panggung, Dik Doank meminta kesediaan saya untuk berbagi seputar bisnis musik namun mendadak diminta untuk memandu acara Dialog Ibu-Ibu dengan Bunda Iffet dengan topik “Batas Antara Anak Dengan Ibu”. Acara ini pun saya buka dan pandu dengan interaksi yang menarik atas beragam pertanyaan yang ditujukan kepada Bunda Iffet. Respon yang diberikan pun begitu netral dan tidak menjadi sebuah keharusan, Bunda Iffet dengan rendah hati memulangkan semua keputasan berada di tangan setiap Ibu yang menghadiri kesempatan tersebut. Suasana semakin mencair saat menikmati makan siang bersama dengan Ibu Myrna yaitu istri dari Dik Doank di Warunk Doank.

Setelah menikmati kuliner Lele Sambal Penyet dan Es Mentimun, semua pun bergerak, berjalan dan berpindah menuju kawasan REL yang menjadi puncak acara peresmian KJDJD. Bersama dengan Kaka, Mbak Santi, Ibu Myrna dan Ratta (Putra Pertama Dik Doank) kami menyusuri pematang sawah yang tidak semuanya bisa dilalui dengan mudah. Beberapa kali, kaki kami terjerembab di dalam lumpur sawah dan tergelincir karena pematang yang licin. Perjalanan agak panjang menuju REL tidak akan terlupa, kami begitu menikmati durasi dan bobot perjalanan meskipun biasanya sering dilakukan namun bukan di alam bebas melainkan di Mall.

Setelah menyeberangi jembatan kayu terakhir di atas kali kecil, Kaka pun segera bergabung dengan personil SLANK lain menghibur para penduduk dan petani yang dijadwalkan diundang. Dengan konsep instrumentasi yang mini, band ini memainkan beberapa lagu yang berjudul SBY, Tong Kosonk, Terlalu Manis, Virus, Bocah dan Mars Slankers. Semua larut dalam suka cita dan REL yang berada di samping rel kereta api ini di hari yang cerah tersebut pun diresmikan oleh SLANK. Tepuk tangan yang tiada henti akhirnya menyudahi acara umum ini yang dilanjutkan dengan menyusuri pematang sawah secara kolosal dan menikmati wahana outbound yang tersedia.

Saya senang sekali berada di sana, karena akhirnya mendapat waktu menjelaskan movement yang sedang saya siapkan yaitu Rock With Youth kepada Ivan, Dik Doank dan Ridho yang harus meninggalkan KJD lebih dulu. Slank seharian penuh berada di sana dan wajar kalau minggu kemarin KJD berubah nama menjadi Kandank Jurank Slank. PISS! (2011/Aldo Sianturi | Photo: KJD, Aldo Sianturi)

4 Responses to “KANDANK JURANK SLANK”

  • acaranya seru sepertinya! liputan yang keren bang aldoo

  • wa ijal

    Subhanalloh setau gw bang aldo gak nyatet apapun dan hanya bincang2 kepada beberapa orang, tapi bisa menulis begitu banyak dan tidak meleset sedikitpun sukses mas bro liputatnnya

  • Yang cerita rambutan kok kagak ada di liputan ini, yak? hihihihi.. PISS, kakak :D

Trackbacks & Pings

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>