FIZA “DIARY OF A PAGEANT GIRL”

On 20/07/2011 by Aldo Sianturi

“Everything we feel, we think, is creating our future”. Menjadi seorang Puteri Indonesia, itu adalah impian saya sejak  dulu, dan  bisa mengharumkan nama bangsa  pada ajang Miss  International 2010 di Cina, lagi-lagi merupakan impian yang menjadi nyata. Dan tanpa saya sadari, saya sudah merancang masa depan saya sejak masih kecil, dan mimpi itu menjadi nyata sekarang.

Sejak awal terpilihnya saya menjadi Puteri Indonesia 2009 (runner-up pertama), banyak sekali perubahan dalam kehidupan saya. Jadwal yang padat, tugas yang rutin, dan tanggung jawab yang besar sudah menjadi makanan saya sehari-hari. Di antara gadis seusia saya, saya merasa beruntung, karena sudah mendapat kepercayaan yang besar untuk berperan di masyarakat, namun di satu sisi, saya tertantang untuk menjalankan tanggung jawab saya sehingga peranan saya disini dapat bermanfaat.

Begitu pula ketika saya dipilih dan dipercaya  menjadi wakil Indonesia di ajang Miss International 2010 di China, saya harus melakukan yang terbaik. Membawa nama bangsa, merupakan tanggung jawab yang besar, dan tidak main-main. Ini peluang yang baik juga untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia.

Namun, sebulan sebelum berangkat, saya pernah dalam kondisi drop sekali. Pesimis dan stress dikala itu tidak bisa saya sembunyikan. Apalagi banyak kritik untuk saya dari sebagian  pencinta kontes kecantikan, yang selalu mengamati perkembangan dunia pageant setiap saat. Dianggap tidak memiliki tinggi badan dan bentuk badan sesuai standard beauty pageant, saya pun sedih merasa diremehkan oleh mereka, yang sebagian juga berasal dari Indonesia. Belum lagi keikutsertaan puteri Indonesia di kontes kecantikan internasional ini selalu menjadi perdebatan dan pro kontra. Siap mengikuti ajang ini, artinya juga harus siap dengan minimnya dukungan dari masyarakat.

“People will always criticize, stay upbeat and love yourself..!!there’s nothing wrong with being different. Just Be you !! Kalimat-kalimat ini ketika itu menyadarkan saya dan  seolah-olah membangkitkan semangat dan keberanian saya untuk menjadi diri sendiri, unik dan berbeda, dan saya akan menampilkan yang terbaik untuk Indonesia dengan cara saya sendiri. Dan saya pun berangkat ke cina dengan tekad dan dukungan luar biasa dari keluarga, yayasan puteri Indonesia dan teman-teman saya.

Lalu di Chengdu, Cina, ketika karantina di mulai, akhirnya saya bertemu ke 69 kontestan  lainnya yang semuanya luar biasa. Para kontestan memiliki beauty,brain and behaviour yang khas dan  mewakili negaranya masing-masing. Perbedaan itu terasa sangat kaya. Saya merasa beruntung bisa bertemu dengan mereka. Minder tidak pernah saya rasakan selama  proses karantina. “Kenapa saya harus minder, wong Indonesia itu kaya sekali”, saya pun berkata dalam hati. Dalam kesempatan ini, saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dan berbudaya. Begitu juga dengan perempuan indonesia yang juga cantik, cerdas, dan berbudaya, dan saya harus bisa merepresentasikan hal-hal tersebut.

Pertemuan saya dengan kontestan-kontestan cantik dari lintas negara dan lintas benua ini, saya jadikan kesempatan untuk mempelajari karakter mereka, keunikan budaya, kuliner negaranya, dan lain-lain. Kami saling berbagi cerita mengenai istimewanya negara masing-masing. Saya cerita mengenai kebudayaan Jawa, Bali, komodo, orang utan, apa saja yang bisa membuat mereka tertarik dengan Indonesia. Saking niatnya, saya membawa bola dunia kecil, agar saya dengan mudah menunjukkan Indonesia dan Bali, karena masih banyak yang tidak tahu letak Indonesia dimana, bali lebih terkenal.

Saya selalu senang untuk memulai percakapan dan menyapa teman-teman setiap saat dengan senyuman terbaik saya. Saya datangi meja-meja makan yang berbeda setiap harinya untuk berkenalan dengan grup-grup yang berbeda, tanpa berlebihan, ambisius dan terkesan SKSD. Menjadi pendengar yang baik dan menghargai pendapat mereka, adalah kuncinya untuk menjalin pertemanan  Lucunya, kami sering menggunakan bahasa tubuh (non verbal language) untuk bercerita, karena tidak semua bisa bahasa inggris. Niat saya betul-betul tulus, ingin menjalin persahabatan dan agar mereka selalu ingat dan terkesan dengan Indonesia.. Akhirnya saya mulai mendapatkan hati mereka, mereka kelihatan sangat senang berkomunikasi dengan saya meski bahasa kami berbeda-beda. . Ya,saya berhasil menjadi sahabat mereka semua. .

Ketika malam final tiba, ada suatu hadiah termanis yang diberikan oleh teman-teman saya. Saya pun kaget sekali ketika host menyebutkan bahwa Indonesia berhasil mendapatkan gelar Miss International Friendship 2010. Saya  ssangat terharu dan bersyukur sekali waktu itu. Untuk pertama kalinya, nama Indonesia, terdengar di ajang Miss International. Meskipun saya bukan memenangi suatu olimpiade besar, tapi setidaknya rasa bangga dan haru seperti yang dirasakan Susy Susanti ketika olimpiade Barcelona 1992, sedikitnya saya bisa rasakan dikala itu. Unbelievable… !!!

Ada suatu momen mengharukan ketika itu, tiba-tiba teman-teman saya dari grup amerika latin, datang dan menghampiri saya dengan tersenyum dan mengucapkan “Hey, Indonesia, congratulations!! You know what,  everygirls in this pageant, could be the winner,  but  only you, can win our hearts. We love you…your country must be proud to have a girl like you , please keep be yourself..!!

Banyak pelajaran berharga yang saya dapat selama di cina. Salah satu nya yang sering saya jadikan motivasi adalah “setiap perempuan di bumi ini bisa menjadi yang tercantik, tetapi tetap saja, apa yang ada di dalam diri perempuan itulah yang mejadikan mereka spesial.. Dulu, saya kurang menghargai apa yang telah saya miliki, dan tidak percaya diri untuk menjadi diri sendiri, karena selalu mendengarkan omongan orang lain. Namun rasanya, gelar persahabatan yang saya dapatkan, menyadarkan saya bahwa inner beauty yang saya miliki, itu yang menjadikan saya spesial dan dihargai. Dan berkat keunikan saya tersebut, saya berhasil berprestasi dan mengharumkan nama indonesia. Ini menjadi motivasi dan “start” bagi saya untuk selalu melakukan yang terbaik dan berkontribusi dengan apa yang saya miliki. Saya ya saya, saya cinta diri saya dan pastinya saya cinta Indonesia.. Always be yourself, and being unique !!

Written by Zukhriatul Hafizah (2011)

One Response to “FIZA “DIARY OF A PAGEANT GIRL””

  • Ima Lubis

    Pijee..U’re so wonderfull darlings.. Beautiful inside and outside.. So proud to know u n make friends with u.. Keep dazzling yah pijee..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>