FAISAL BASRI “ORANG PINTAR & ORANG TULUS”
Minggu lalu saya melintasi jalan Sahardjo menuju Manggarai. Sambil duduk manis dibonceng oleh pengendara ojek, saya melihat sebuah iringan mobil hias atau odong-odong yang sangat berbau Jakarta. Beruntung saya berada di atas motor dan akhirnya dalam jarak dekat saya tahu kalau rombongan ini bagian dari sosialisasi Tim Faisal – Biem Benjamin menuju Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Sejenak saya memperhatikan dan mencari adakah Pak Faisal Basri di dalam rombongan aktivasi ini dan ternyata pria bertubuh kecil ini ada, duduk di bagian kiri. Dia selalu tersenyum, penuh konsentrasi dan menyapa banyak orang yang tahu siapa dia dan matanya menyorot tajam ke bagian-bagian yang secara logika sederhana membutuhkan perubahan.
Saya tidak tahu dan tidak mencari tahu perjalanan sosialisasi yang dilakukannya minggu lalu mengambil jarak berapa kilometer dan durasi aktivasi. Namun saya yakin, sebagai pribadi yang mau turun ke jalan, maka Pak Faisal Basri mendapatkan potret-potret baru yang kemudian diolah menjadi sebuah konsensus positif untuk Jakarta dan Indonesia. Setelah berhasil menembus kemacetan, ojek yang saya tumpangi berhasil menyambangi kendaraan tersebut dan akhirnya saya menepuk bahu Pak Faisal Basri dan menyatakan selamat. Spontan, beliau membalas menyapa dan mengucapkan terima kasih. Saya tahu dan bisa merasakan bahwa senyum itu tulus dan saya yakin kalau sepanjang perjalanan dia menyimpan begitu banyak kesedihan dan kebahagiaan yang dikompilasi dalam pikiran.
Seumur hidup, ini kali ketiganya saya berkesempatan bertemu beliau lagi setelah pertemuan pertama di Medan, Sumatera Utara tahun 2011. Silam setelah beliau diekspos di Koran Kompas dengan perpustakaan bukunya, secara tidak sengaja saya berpapasan saat berada di Oakwood, Mega Kuningan. Dia berhenti sejenak dan merespon pembicaraan saya yang mungkin tidak ada faedahnya untuk beliau. Kembali kemarin walaupun dalam waktu beberapa detik, tetapi Pak Faisal Basri merespon sebuah sapaan dari mahluk hidup yang bernama manusia. Seperti kita ketahui Pak Faisal Basri dan Pak Biem maju ke Pilkada Jakarta 2012 melalui Jalur Perseorangan dengan jumlah dukungan sebanyak 487.150 jiwa/KTP (Sumber: Kompas Jumat 29 Juni, 2012). Langkah ini adalah realita yang secara pribadi dipilih dan diyakininya.
Sosok Pak Faisal Batubara memang tidak begitu dikenali oleh kaum muda dalam skala luas. Wajar saja seperti itu, karena selama ini yang lebih sering hadir di hadapan masyarakat banyak adalah analisa pemikiran beliau di beragam media yang notabene seorang ekonom. Tidak banyak juga yang tahu kalau beliau adalah seorang keponakan dari Wakil Presiden RI Adam Malik (RIP). Untuk mengetahui lebih detail, maka http://id.wikipedia.org/wiki/Faisal_Basri link bisa dilihat dan dibaca. Beliau adalah orang bijak yang memiliki banyak pengetahuan dalam beragam bidang. Saat saya bertemu beliau di Medan, saya sempat berbicara beberapa menit dan diberikan kartu nama.
Selama saya mendengarkan beliau berbicara saat itu, saya menangkap bahwa Pak Faisal Basri memiliki data atas beragam sektor kehidupan yang bila dikembalikan ke fitrah akan memberikan efek domino yang sangat baik bagi kesejahteraan masyarakat. Wajar bila pada akhirnya, beliau memutuskan untuk hadir sebagai Politisi untuk merealisasikan sebuah mimpi yang tidak bertujuan untuk memperkaya diri dan keluarga sendiri. Saya bukan seorang pengamat politik dan juga peduli terhadap politik, namun nurani saya mendorong saya untuk berbagi perspektif positif atas beliau. Belakangan ini saya sering mendengar banyak percakapan yang mengatakan kalau Pak Faisal Basri tidak akan mungkin menggeser pesona pasangan Fauzi – Nachrowi dan Joko W – Basuki. Saya tidak peduli dengan hal tersebut, saya anggap itu adalah pemikiran dasar manusia namun bukan pemikiran masa depan.
Apa yang dilakukan dan dikontribusikan oleh Pak Faisal Basri melalui serangkaian putaran yang telah dilewati adalah sebuah investasi pola pikir yang terintegrasi dengan visi kota Jakarta beberapa tahun mendatang. Kota ini memiliki beragam program dan problem yang harus diamputasi dan dicarikan solusi baru sesuai dengan dinamika yang sangat cepat berubah.Dalam hemat saya, Faisal Basri tidak bisa dilihat hanya sebagai elemen Pilkada yang kadung dianggap ompong dan kosong. Dia bukan sebuah ancaman melainkan sebuah perekat dan pengokoh niat tulus yang berpihak kepada masyarakat yang setiap hari berjuang dan menunggu kesempatan-kesempatan baru yang mendatangkan rezeki halal dan sesuai hukum.
Sebagai seorang ekonom, maka sudah pasti fokus ekonomi menjadi Top Priority untuk diselesaikan. Saya berharap siapapun Kepala Daerah DKI Jakarta yang dipilih rakyat agar dapat menjadi diri sendiri dan menghindari para pembisik yang tidak sportif dan terbuka untuk bekerjasama dengan orang pintar dan orang tulus ini. © 2012 Aldo Sianturi




Dalam masa kampanye pilgub kali ini terlihat Pak Faisal adalah yang paling memiliki program kerja dan visi-misi yang kongkrit.
Saya juga kagum dengan beliau yang sangat perduli dengan kebersihan dan kenyamanan Jakarta, terbukti dengan kampanye bike to work dan gowes bareng.
Saya pun jarang menemukan poster2 besar Faisal-Biem yang sebenarnya melanggar aturan pilkada, berbeda dengan kandidat lain yang sembarangan memasang poster/stiker/spanduk tanpa memerdulikan kebersihan Jakarta.
Dear Ragam Beritaku,
Terima kasih telah membaca dan merespon tulisan saya. Sampai jumpa.