ACEM KO RASA?

On 21/09/2011 by Aldo Sianturi

Bersama "Afghan" dari Kampus USU

Kemarin siang, saya kembali memberikan kuliah umum ilmu pemasaran dalam Program CMC – Campus Marketeers Club oleh MarkPlus Medan untuk mahasiswa/i Universitas Sumatera Utara. Sebelumnya, saya berbagi cerita di Fakultas Pertanian dan kali ini dengan Fakultas Ekonomi. Kami pun berbagi kelas bersama dengan Pak Januar (Kepala Cabang BJB Medan) dan Pak Riswan (Sales Area Manager – XLAxiata Medan). Setiap orang dari kami menceritakan studi kasus dan berinteraksi dengan semua yang menghadiri kegiatan ini. Semuanya begitu antusias mendengarkan dan menganalisa setiap cerita yang diluapkan dengan public speaking style masing-masing.

Orientasi pembicaraan kami semua mengarah kepada PDB (Positioning, Differentiation & Brand) yaitu segitiga penghubung dalam mengaktivasi ilmu pemasaran dalam domain bisnis masa kini. Ketika berhadapan dengan mahasiswa muda angkatan 2007-2009, saya selalu berusaha menjadi saudara mereka. Bukan menjadi corong speaker yang selalu mengeluarkan bunyi sepihak. Saya mencoba memberikan beragam ilustrasi mengenai pengaplikasian ilmu pemasaran dalam bisnis musik yang menjadi latar belakang namun diperlebar dengan perihal bisnis antar industri. Saya selalu yakin bahwa dengan contoh yang realistis untuk anak muda dan tidak dipaksa masuk ke teritori korporat, maka mereka akan lebih mudah mengerti dan mengaplikasikan dalam porsi yang saling berbeda.

Suasana Kuliah Umum

Suasana segar akhirnya menguasai ruangan kelas, semua saling mendengar, tertawa dan berinteraksi. Sikap manis tersebut adalah harmonisasi yang baik atas dua sisi internal dan eksternal dalam sebuah proses edukasi. Namun perlu diingat bahwa Universitas Sumatera Utara berada di Medan bukan Jakarta. Selama ini banyak yang menyambangi kota lain tanpa meriset lebih dulu konten dan konteks yang dimiliki. Selalu saja menjadi mesin import dalam mengkomunikasikan sesuatu yang belum tentu bisa diaplikasikan di kota setempat. Saya mengangkat sebuah local wisdom yang saya angkat dari percakapan harian anak muda di Medan yaitu “Acem Ko Rasa” yang berarti “Bagaimana Menurut Kamu?”. Ini adalah kalimat sosial yang begitu kuat untuk dipromosikan oleh brand manapun untuk merebut hati pasar di Medan.

Kalimat “Acem Ko Rasa” dulu juga dikenal dengan “Cem Mana?” namun telah mengalami perubahan paling baru. Anda pasti ingat, sebelumnya, Medan telah memiliki jargon “Ini Medan Bung!” sebuah penegasan, namun iklim sosial menciptakan kelenturan penduduk medan dengan kalimat “Acem Ko Rasa”. Saya mengajak semuanya bermimpi jika kalimat super power ini diamplifikasi lewat setiap orang dan medium komunikasi yang lebih besar. Maka sudah pasti, Medan sebagai Brand akan naik kelas dan dengan mudah menjadi kepala lokomotif bagi produk masa mendatang yang lahir dari wirausaha di kota ini. Ilmu pemasaran jelas akan memegang peranan demi keberhasilan sebuah kampanye panjang mengeksekusi sebuah brand. Berbagi adalah indah dan contagius! Acem Ko Rasa? @2011aldosianturi/Photo: Kendy MarkPlus Medan

2 Responses to “ACEM KO RASA?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>